Presiden Prabowo Subianto mengungkap bahwa rendahnya kesejahteraan guru, ASN, dan aparat penegak hukum bukan semata karena anggaran terbatas, melainkan akibat kebocoran kekayaan nasional yang terus terjadi selama puluhan tahun.
Dalam pidatonya di DPR, Prabowo menyebut Indonesia sebenarnya selalu mencatat surplus perdagangan selama 22 tahun terakhir. Namun, dari keuntungan ekspor yang mencapai 436 miliar dolar AS, sekitar 343 miliar dolar AS justru mengalir ke luar negeri.
Menurutnya, kebocoran tersebut terjadi akibat praktik curang seperti *underinvoicing* atau manipulasi harga komoditas, di mana perusahaan menjual hasil produksi ke perusahaan miliknya sendiri di luar negeri dengan harga di bawah nilai pasar.
Prabowo menegaskan, hilangnya potensi penerimaan negara inilah yang membuat anggaran untuk meningkatkan gaji guru, ASN, dan aparat penegak hukum menjadi terbatas. Ia menilai penghentian kebocoran kekayaan negara menjadi kunci untuk memperkuat kesejahteraan para pelayan publik dan meningkatkan kemampuan fiskal negara.

0 Response to "Prabowo Sebut Gaji Guru & ASN Kecil Karena Kekayaan Kabur Ke Luar Negeri !"
Post a Comment