Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, menyinggung langkah militer Amerika Serikat usai aksinya di Venezuela.
Pernyataan itu disampaikan Yusril saat menghadiri Seminar Nasional bertema “Tantangan Regulasi dalam Menghadapi Gig Economy dan Artificial Intelligence” pada Selasa (19/5/2026).
Dalam pemaparannya, Yusril menyebut Amerika Serikat memiliki kepentingan besar terhadap sumber energi dan cadangan mineral strategis di berbagai negara.
Ia juga menilai Indonesia berpotensi masuk dalam perhatian geopolitik AS, selain wilayah seperti Venezuela dan Greenland.
“Kalau bicara target setelah Greenland, ya negara kita ini juga punya potensi besar,” ujar Yusril.
Menurutnya, AS dinilai lebih tertarik pada negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah dibanding negara tetangga seperti Singapura maupun Malaysia.
Yusril kemudian menyoroti posisi strategis Papua yang relatif dekat dengan pangkalan militer AS di Guam. Ia mengatakan Indonesia perlu memperkuat kesiapan pertahanan nasional karena kondisi saat ini dinilai belum ideal untuk menghadapi konflik besar.
“Dari Guam ke Papua itu hanya beberapa jam. Karena itu kita harus realistis melihat kemampuan pertahanan kita,” katanya.
Di kesempatan tersebut, Yusril kembali menekankan pentingnya politik luar negeri bebas aktif bagi Indonesia agar tidak terseret dalam kepentingan blok negara besar.
Menurutnya, pendekatan itulah yang membuat Indonesia cenderung berhati-hati dalam menyikapi tindakan Amerika Serikat terhadap Venezuela.

0 Response to "Yusril Ihza Sebut AS Bisa Targetkan Indonesia setelah Venezuela & Greenland: Kita Tak Siap Perang"
Post a Comment