Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau langsung pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) digital serentak di Kabupaten Sumedang, Rabu (28/10/2026). Sistem pemungutan suara berbasis layar sentuh ini menjadi langkah baru dalam pelaksanaan demokrasi di tingkat desa.
Sebanyak 92 desa di Kabupaten Sumedang mengikuti Pilkades digital yang berlangsung di 423 tempat pemungutan suara (TPS), dengan jumlah pemilih sekitar 270.000 orang. Melalui sistem *e-voting*, warga cukup menyentuh layar perangkat untuk menentukan calon kepala desa pilihannya.
Saat memantau pemilihan di Kantor Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa proses pemilihan kini semakin praktis.
“Sekarang memilih pemimpin tidak usah dicoblos, cukup ditoel,” ujar Dedi.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga turun langsung menggunakan pengeras suara untuk mengajak warga yang terdaftar sebagai pemilih agar segera mendatangi TPS dan menggunakan hak pilihnya.
Meski dinilai lebih praktis, pelaksanaan Pilkades digital masih menghadapi sejumlah kendala. Beberapa warga lanjut usia dilaporkan mengalami hambatan akibat proses pemuatan gambar pada perangkat yang berjalan agak lambat.
Pilkades digital di Sumedang direncanakan menjadi proyek percontohan untuk diterapkan di daerah lain di Jawa Barat, termasuk Subang, Ciamis, dan Cianjur. Penerapan sistem ini diharapkan dapat mendukung modernisasi pemilihan kepala desa sekaligus meningkatkan efisiensi proses pemungutan suara.
FOTO KDM Turun Langsung di Pilkades Digital Sumedang










0 Response to "FOTO KDM Turun Langsung di Pilkades Digital Sumedang: Dulu Dicoblos, Sekarang Ditoel Saja!"
Post a Comment